Rabu, 29 Agustus 2012
FREE WILL (KEHENDAK BEBAS)
Bioetika
Senin, 06 Agustus 2012
Struktur dan Fungsi Jaringan Hewan
- Jaringan epitel : jaringan yang
melapisi permukaan tubuh
- Jaingan ikat :
menghubungkan satu jaringan dengan jaringan yang lain
- Jaringan otot :
bertanggung jawab pada pergerakan
- Jaringan saraf : mengirim
sinyal untuk koordinasi seluruh tubuh
- Epitel pipih dibedakan lagi
menjadi epitel pipih selapis (terdapat pada pembuluh getah bening,
pembuluh darah kapiler, selaput yang membungkus jantung, paru-paru dan
ginjal ) dan epitel pipih berlapis (terdapat pada rongga mulut, hidung,
esofagus, telapak kaki, serta vagina)
- Epitel silindris dibedakan
menjadi epitel silindris selapis (terdapat pada kelenjar pencernaan,
jonjot usus, kantung empedu, lambung) dan epitel silindris berlapis
(terdapat pada faring, laring, trakea, kelenjar ludah)
- Epitel kubus dibedakan menjadi
epitel kubus selapis (terdapat pada ovarium, lensa mata, nefron ginjal,
kelenjar tiroid) dan epitel kubus berlapis (terdapat pada folikel ovarium,
permukaan ovarium, testis, kelenjar minyak & keringat)
- Epitel transisional memiliki
susunan yang berlapis dan dapat berubah sehingga tidak dikelompokan
berdasarkan bentuknya. Epitel transisional terdapat pada ureter, uretra,
saluran pernafasan, kantung kemih
- Epitel kelenjar, sesuai namanya
epitel ini mengjasilkan senyawa yang berperan dalam proses fisiologi.
Menurut ada tidaknya saluran sekresi dibedakan menjadi kelenjar endokrin
(tidak memiliki saluran khusus), contoh kelenjar timus, adrenal, tiroid
dan paratiroid dan kelenjar eksokrin (memiliki saluran khusus yang
menyalurkan sekret), contoh kelenjar minyak, pankreas, ludah dan keringat
- Makrofag yang berperan pada
fagositosis (memakan sel mati, bakteri, sisa zat
- Sel lemak untuk menyimpan lemak
- Sel plasma yang memproduksi
antibodi untuk antigen
- Fibroblas untuk menghasilkan
protein
- Sel tiang yang menghasilkan
histamin ( meningkatkan permeabilitas darah) dan heparin (berperan dalam
pembekuan darah)
- Jaringan ikat longgar ;
mengandung serat kolagen, retikuler, elastin. Berfungsi sebagai pembungkus
organdan menghubungkan jaringan lain. Terdapat pada mukosa saluran
pencernaan, pembungkus pembuluh darah, akson, subkutan kulit
- Jaringan ikat padat ;
didominasi oleh serat kolagen dan berfungsi menghubungkan antara organ
tubuh satu dengan yang lain. Terdiri atas jaringan ikat padat teratur
(pada ligamen : menghubungkan otot-tulang dan tendon : menghubungkan
tulang-tulang) dan tidak teratur (pada pembungkustulang, dermis kulit)
- Jaringan lemak ; terdapat
dipersendian dan sekitar organ seperti ginjal
- Jaringan tulang rawan ; selnya
disebut kondrosit, pada anak jaringan ini berkembang dari mesenkim sedangkan
pada orang dewasa berkembang dari perikondrium. Dibedakan menjadi
tulangrawan hialin (berwarna putih kebiruan,transparan) terdapat di
persendian, ujung tulang rusuk yang melekat pada dada dan saluran
pernafasan, elastis (serat elastin yang berwarna kuning) terdapat pada
embrio, laring, bagian telinga luar, epiglotis dan daun telinga, fibroblas
(serat kolagen berwarna gelap dan keruh)terdapat pada hubungan antar
tulang belakang
- Jaringan tulang keras; tersusun
dari sel tulang yang disebut osteosit yang terbentuk dari osteoblas.
Tersusun atas unit dasar tulang yang disebut sistem havers tersusun dari
lamela (lapisan konsentris matrik yang mengandung garam mineral &
serat kolagen), lakuna (ruang kecil diantara lamela) , kanalikuli (tempat
saluran makanan & zat sisa) dan saluran havers (berisi pembuluh
darah & saraf)
- Jaringan darah ; alat
transportasi, mencegah infeksi. Terdiri dari trombosit, eritrosit,
leukosit, dan plasma darah. Leukosit dibedakan menurut ada tigaknya
granula yaitu agranulosit (limfosit,monosit)& granulosit
(eosinofil, basofil, neutrofil )
- Jaringan limfe terdapat pada
timus, limfe, tonsil, limfa. Terdiri dari serat retikuleryang menunjang
timbunan limfosit dan makrofag
- Otot polos berbentuk gelendong,
inti ditengah bekerja secara involunter (tidak sadar), yang mampu bekerja
dalam jangka waktu yang lama. Terdapat pada pembuluh darah, usus, kandung
kemih, rahim.
- Otot lurik / rangka berbentuk
silindris yang memiliki inti ditepi, terdapat garis terang dan gelap dan
bekerja secara volunter (sadar), otot lurik tidak mampu bekerja dalam
jangka waktu yang lama.
- Otot jantung hampir mirip
dengan otot rangka karena memiliki garis terang dan gelap namun bedanya
pada otot jantung bercabang-cabang, bekerja dalam jangka waktu yang lama,
involunter. Terdapat pada dinding otot jantung, vena kava
- Dendrit adalah penjuluran badan
sel yang berperan untuk menerima sinyal dan mengirimkannya ke inti sel
- Akson adalah penjuluran badan
sel yang berfungsi mengirimkan sinyal dari badan sel ke badan sel lain
- Badan sel adalah bagian utama
neuron
- Inti sel adalah inti dari badan
sel sebagai pusat sel neuron
- Selubung myelin adalah lapisan
pada permukaan akson yang berfungsi mempercepat pengiriman sinyal
- Nodus ranvier adalah bagian
permukaan akson yang tidak diselubungi selubung myelin
- Sinapsis adalah zona hubung
akson antar sesama saraf
- Sensorik berfungsi menerima
rangsangan dari lingkungan dan mengirimkannya kesaraf pusat (otak ; sumsung tulang)
- Motorik berfungsi mengirimkan
pesan dari saraf pusat ke organ tubuh
Rabu, 03 Februari 2010
kalsifikasi pada ekor kadal
Kadal ( Mabouya multifasciata Kuhl ) yang merupakan anggota lacertilia mempunyai cara perlindungan diri dengan autotomi ekor, yaitu putusnya ekor pada tempat-tempat tertentu disepanjang ekor yang disebut sebagai dataran autotomi. Ekor kadal yang telah mengalami autotomi dapat tumbuh lagi menjadi ekor baru yang bentuk dan ukurannya hampir sama dengan ekor semula, atau sering disebut proses regenerasi ekor.
Ekor anggota lacertilia tersusun dari deretan tulang belakang (vertebrae caudales), medulla spinalis yang terletak dalam canalis vertebralis, jaringan lemak perivertebral, lapisan otot, pembuluh darah, serabut saraf dan kulit serta sisik. ( White, 1925 : Soesilo, 1999).
Berbagai penelitian dilakukan untuk meneliti kemampuan autotomi dan regenerasi ekor pada hewan anggota lacertilia, dalam hal ini kadal. Selain itu, penelitian terhadap kadal juga bertujuan untuk mengetahui klsifikasi yang terjadi pada skeleton aksial regenerat ekor kadal.
Penelitian dilakukan dengan cara : empat puluh delapan kadal jantan dewasa berekor asli ekornya diautotomi, dipelihara dan dikelompokkan menjadi 4 kelompok sesuai lama waktu pemeliharaannya yaitu : kelompok I terdiri dari 12 kadal dengan regenerat ekor berumur 4 minggu, kelompok II terdiri dari 12 kadal dengan regenerat ekor berumur 5 minggu, kelompok III terdiri dari 12 kadal dengan regenerat ekor berumur 6 minggu dan kelompok IV terdiri dari 12 kadal dengan regenerat ekor berumur 12 minggu.
Penulangan yang terjadi pada skeleton aksial diamati secara makroskopik pada preparat utuh regenerasi ekor dengan pewarnaan Alizarin Red S-Alcian Blue metode Inouye. Dengan metode ini tulang akan berwarna merah dan tulang rawan berwarna biru. Sedangkan ada tidaknya kalsium pada skeleton aksial regenerasi ekor diamati secara mikroskopik dari preparat irisan melintang regenerat ekor menggunakan metode parafin pewarnaan perak nitrat von kossa. Dengan metode ini kossa kalsium terlihat sebagai endapan hitam. Pengamatan secara makroskopik memberikan hasil pada preparat utuh regenerat ekor 4 minggu terlihat seluruh skeleton regenerat ekor berwarna biru. Ini menunjukkan skeleton regenerat ekor belum mengalami penulangan tapi masih berupa tulang rawan. Tabung tulang rawa tersebut sebagai pengganti vertebrata pada regenerat ekor. Pada preparat utuh regenerat ekor berumur 5 minggu tampak berwarna biru kemerahan pada bagian anterior. Adanya warna merah menunjukkan proses penulangan sudah menyeluruh, berarti seluruh bagian skeleton sudah mengalami penulangan. Begitu pula pada regenerat ekor umur 12 minggu. Perbedaannya regenerat ekor berumur 6 minggu berwarna merah muda dan regenerat ekor umur 12 minggu berwarna merah tua.
Warna merah dari pewarnaan dengan Alizarin Red S dihasilkan dari ikatan zat warna tersebut dengan ion kalsium. Oleh karena itu warna merah merupakan daerah terjadinya klasifikasi pada tabung tulang rawan regenerat ekor. Komponen tulang telah mengalami penulangan secara sempurna apabila intensitas warna yang dihasilkan Alizarin Red S relatif tinggi (merah) dan penulangan dianggap kurang sempurna jika warna yang dihasilkan terang (merah muda).
Pengamatan secara mikroskopik yang dilakukan dengan teknik histokimia yaitu menggunakan pewarnaan perak nitrat von kossa untuk mendeteksi adanya fosfat dan karbonat yang merupakan anion dari garam-garam kalsium sehingga dapat diketahui ada tidaknya kalsium pada regenerat ekor kadal. Prinsip teknik ini adalah penggantian ikatan garam kalsium (kalsium fosfat dan kalsium karbonat) pada matrik tulang rawan menjadi ikatan garam-garam perak yang apabila terkena sinar matahari akan tereduksi menjadi endapan perak yang berwarna hitam.
Pengamatan secara mikroskopik ini diketahui bahwa pada irisan melintang regenerat ekor berumur 4 minggu tidak menunjukkan adanya endapan hitam, berarti pada tabung tulang rawan belum terjadi kalsifikasi. Pada irisan tabung tulang rawan regenerat ekor berumur 5 minggu sudah terdapat endapan hitam pada daerah sisi luar dan sisi dalam, yang mana endapan pada sisi luar lebih luas dari pada dalam. Hal ini menunjukkan proses kalsifikasi diawali dengan penimbunan garam-garam kalsium pada sebagian daerah sisi dalam dari tabung tulang rawan regenerat ekor. Pada regenerat ekor berumur 6 minggu garam-garam kalsium sudah meluas keseluruh sisi luar dan sisi dalam dari tabung tulang rawan yang tampak sebagai warna hitam, sedangkan pada regenerat ekor berumur 12 minggu endapan hitam terlihat lebih padat dibanding pada regenerat ekor umue 6 minggu. Hal ini menunjukkan proses kalsifikasi tulang pada regenerat ekor 12 minggu lebih sempurna dibanding umur 6 minggu.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penulangan secara endokondralis diawali dengan kalsifikasi pada sebagian sisi dalam dan sebagian sisi luar tabung tulang rawan regenerat ekor pada umur 5 minggu. Pada regenerat ekor umur 6 dan 12 minggu kalsifikasi sudah meluas keseluruh sisi dalam dan sisi luar tabung tulang rawan ekor.1
Struktur Batang Sekunder
reproduksi tumbuhan dalam konsep ilmu tauhid
A. Pendahuluan
Allah SWT menciptakan makhluk hidup di bumi ini dengan berpasang-pasangan tidak terkecuali tumbuhan. Tumbuhan sepertihalnya manusia dan hewan juga terdiri dari jenis kelamin jantan dan jenis kelamin betina. Hanya saja pada dunia tumbuhan bentuk jenis kelaminnya agak berbeda,ada bunga jantan dan ada pula bunga betina. Di dalam bunga terdapat alat yang fertile yang dapat di gunakan untuk reproduksi yaitu dalam bunga jantan terdapat benang sari (stamen) ,sedangkan pada bunga betina terdapat putik (pistil) alat kelamin dapat di temukan pada satu tumbuhan (monoceus) dan dapat pula terdapat pada tanaman yang berbeda (dioceus) pada tanaman yang memiliki 2 alat kelamin dalam satu pohon,alat kelamin malah terdapat pada satu tandan bunga.
Perbanyakan tumbuhan atau regenerasi tidak selalu melalui perkawinan antarabunga jantan dan bunga betina,atau kita kenal dengan reproduksi secara generatif. Perbanyakan dapat dilakukan dengan vegetatif,misalnya stek,okulasi,enten dan lain-lain. Adapula yang melakukan reproduksi secara pembelahan(konjugasi),sampai ada yang melakukan dengan kultur jaringan.
Perbanyakan secara generatif terjadi ketika sel betina dibuahi oleh sel jantan. Setiap jenis dan macam tumbuhan memiliki perbedaan sifat. Bentuk bunga jantan dan bunga betina(inflores-sense) tidak sama,metode persilangan atau perkawinannya berbeda satu sama lain.demikian cara pembuahannya. Dalam pembuahan akan menghasilkan buah yang dalam perkembangan selanjutnya akan menjadi biji. Biji akan berkembang dan akan tumbuh menjadi individu baru. Kalau kita perhatikan ciptaan Allah yang ada di dunia ini,semua diciptakan secara berpasangan dan semua berada dalam keseimbangan. Allah tidak akan mungkin hanya menciptakan 1 jenis kelamin saja dalam spesies kalau spesies tersebut tidak memiliki cara regenerasi selain pembuahan. Dengan memperhatikan hal itu,sudah cukup membuat kita mengagumi kebesaran Allah SWT.
B. Perkawinan Tumbuhan
Bunga merupakan organ yang dianggap serupa dengan cabang yang daun-daunnya merapat satu sama lain,sehingga bagian-bagian bunga di anggap berasal dari daun. Bagian bunga yang menghasilakan megaspora disebut gynaecium,yang tersusun oleh karpela. Karpela ini secara tersendiri atau bersama-sama membentuk ovarium,stilus dan di ujungnya stigma. Di dalam bakal buah terdapat satu atau lebih bakal biji yang terikat oleh plasenta pada bakal buah.
Bagian bunga yang menghasilkan mikrospora di sebut androecium yang disusun oleh satuan-satuan yang disebut stamen(benang sari) dan terdiri dari tangkai benang sari(filamen) dan kepala sari(antera). Antera disusun oleh 2 teka yang masing-masing mengandung 2 lokuli(ruang sari) yang berisi pollen. Bagian yang menghubungkan 2 teka disebut konektivum.
Kita perlu ingat bahwa reproduksi terjadi dalam alam tumbuh-tumbuhan dengan dua cara sexual dan asexual. Sesungguhnya yang dapat kita namakan reproduksi itu hanya yang terjadi dengan cara sexual, karena reproduksi semacam itu menunjukkan proses biologi yang bertujuan untuk melahirkan individu baru yang sama dengan individu yang melahirkan.
Adapun reproduksi asexual hanya merupakan pergandaan, karena reproduksi semacam itu terjadi dengan pembagian sesuatu organisme. Sesudah organisme itu terpisah, ia mengalami perkembangan yang akan menjadikannya sama dengan induknya. Guilliermond dan Mangenot menganggap hal tersebut sebagai kasus pertumbuhan yang istimewa. Contoh yang sangat sederhana dapat kita jumpai dalam hal seperti berikut: Satu cabang daripada sesuatu tumbuh-tumbuhan dipotong, ditanam di tanah yang cukup mendapat air, cabang itu akan hidup sendiri dengan timbulnya akar-akar baru. Ada tumbuh-tumbuhan yang mempunyai anggauta khusus untuk perkembangan tersebut, ada pula yang mengeluarkan anggauta baru yang menyesuaikan diri seperti biji-biji (yang merupakan hasil reproduksi seksual). Reproduksi sexual daripada tumbuh-tumbuhan terjadi dengan hubungan antara unsur-unsur jantan dan unsur-unsur betina yang bersatu di dalam tumbuh-tumbuhan itu sendiri atau terpisah di tumbuh-tumbuh an lain. Reproduksi sexual itul ahyang disebutkan dalam Qur-an.Baik bunga jantan dan bunga betina mempunyai alat fertile yang dapat menghasilkan mikrospora dan megaspora. Keduanya mempunyai peranan penting dalam pembuahan. Pembuahan adalah jatuhnya tanglai sari,ke kepala putik dan dilanjutkan pertemuan gamet pada keduanya. Selanjutnya gamet akan berubah menjadi zigot yang akan berkembang. Pada bunga,proses penyerbukan dibantu oleh adanya angina yang akanmenyebarkan pollen hingga akan masuk dalam sel ovum. Selain dengan bantuan angin. Juga dibantu oleh hewan dan juga dibantu oleh manusia dan air. Penyerbukan yang dibantu hewan contohnya,dengan menarik serangga dengan adanya petal yang warnanya berwarna-warni ataupun menghasilkan nectar yang sangat disukai oleh serangga. Pollen secara tidak sengaja akan menempel pada kaki-kaki serangga. dan akan dibawa ke putik.
Selain dari pertemuan antara gamet jantan dan betina,factor lain yang menentukan terjadinya pembuahan adalah:
ΓΌ Sel telur dan serbuk sari harus sama-sama matang fisiologis untuk siap kawin. Kalau sebutir serbuk sari kebeulan mendapatkan sel telur yang masih belum matang,tidak akan ada proses pembuahan
Di alam banyak jenis tumbuhan,jadi banyak pula serbuk sari yang berterbangandi bawa angin. Di pihak lain banyak pula jenis bunga betina yang menunggu serbuk sari. Jika kebetulan tidak bertemu bunga jantan dan bunga betina yang sejenis,tak akan terjadi pembuahan Kita mengetahui bahwa "buah" adalah hasil proses reproduksi daripada tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi yang mempunyai organisasi (susunan anggota) yang lengkap dan sangat kompleks. Tahap sebelum menjadi buah adalah bunga dengan anggota jantan (etamine) dan betina (ovules). Ovul ini setelah menerima "pollen" menghasilkan buah, dan buah itu sesudah matang menghasilkan biji. Tiap-tiap buah mengandung arti tentang adanya anggauta jantan dan anggota betina. Inilah yang dimaksudkan oleh ayat tersebut di atas.Tetapi kita harus ingat bahwa dalam beberapa pohon, buah dapat dihasilkan oleh bunga yang tidak dikawin seperti pisang, beberapa macam ananas, tin (fique), orange dan buah anggur. Buah tersebut tidak berasal dari pohon yang mempunyai jenis seks. Selesainya reproduksi terjadi dengan proses tumbuhnya biji,setelah terbukanya tutup luar (yang mungkin juga terpadat dalam biji). Terbukanya tutup luar itu memungkinkan keluarnya akar yang akan menyerap makanan dari tanah. Makanan itu perlu untuk tumbuh-tumbuhan yang lambat pertumbuhannya, yaitu untuk berkembang dan menghasilkan individu baru. Suatu ayat memberi isyarat kepada pembenihan ini. Selanjutnya biji tersebut,bila menemukan media yang baik akan berkecambah,lalu mengulangi kembali proses pertumbuhan seperti induknya. Biji akan menyebar kemana-mana dengan dibantu oleh angina,air,dan burung. Banyak yang akan tumbuh tapi tidak sedikit pula yang akan mati karena jatuh pada tempat yang kering atau terlalu basah.
“Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup,(yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah,maka mengapa kamu masih berpaling?”
Dalam ayat ini Allah menunjukkan kekuasaannya dengan menumbuhkan butir tumbuhan dan buah-buahan. Dia menumbuhkan segala sesuatu yang hidup dari yang mati. Yaitu tumbuhan yang hidup itu tumbuh karena ada benda mati seperti tanah,air dan udara.
Sementara menumbuhkan segala sesuatu yang mati dari yang hidup. Biji-biji yang kita anggap mati itu berasal dari yang hidup. Biji atau benih dianggap sebagai benda mati,namun walaupun tersimpan pada waktu yang lama dapat hidup apabila di supply dengan adanya air. Secara fifik benih akan menyerap air,hingga sel-selnya bertambah besar,lebih renggang dan lunak. Sedang secara kimia,mungkin telah terjadi suatu reaksi tertentu antara senyawa tertentu dalam benih dengan air dan akan menghasilkan sel-sel yang dapat hidup. Sebagai benda hidup maka embrio akan mulai bernapas,yang tentunya akan membutuhkan oksigen. Pertumbuhan pertama dimulai dengan pecahnya biji,lalu keluarlah plumula/ daun pertama dan mulai terbentuk akar.
Kita dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yang manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia tidak mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yang berpasangan baik dalam benda yang paling kecil atau benda yang paling besar, baik dalam benda mati atau dalam benda hidup. Yang penting adalah untuk mengingat pemikiran yang dijelaskan dalam ayat itu secara gamblang dan untuk mengetahui bahwa kita tidak menemukan pertentangan dengan Sains masa ini. C. KESIMPULAN Allah SWT menciptakan makhluk hidup di bumi ini dengan berpasang-pasangan tidak terkecuali tumbuhan. Reproduksi terjadi dalam alam tumbuh-tumbuhan dengan dua cara sexual dan asexual. Reproduksi sexual daripada tumbuh-tumbuhan terjadi dengan hubungan antara unsur-unsur jantan dan unsur-unsur betina yang bersatu di dalam tumbuh-tumbuhan itu sendiri atau terpisah di tumbuh-tumbuhan lain Selesainya reproduksi terjadi dengan proses tumbuhnya biji,setelah terbukanya tutup luar (yang mungkin juga terpadat dalam biji). Dengan adanya biji tumbuhan dapat melakukan regenerasi keturunan selanjutnya sekaligus melestarikan jenisnya. DAFTAR PUSTAKAS,Darwis.2004.Dasar-Dasar Ilmu Pertanian Dalam Al Quran.Bandung:IPB Press Woelaningsih,Sri. Diktat Penuntun Praktikum Anatomi Tumbuhan.Yogyakarta :Laburatorium Anatomi Tumbuhan Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada Sumardi,Issirep. Buku Pegangan Embriologi Tumbuhan. Yogyakarta: Labolatorium Mikroteknik dan Embriologi Tumbuhan Fakultas Biologii Universitas Gajah Mada